KESADARAN YANG TERHAMPARKAN

Ketika hidup harus diperjuangkan, maka kegagalan sudah pasti akan datang. Namun, kau harus bisa mengendalikannya. Maka kemenangan takkan tega tuk menjauhimu. Cinta tak pergi tuk mendua...

Wednesday, October 18, 2006

HARI RAYA

Wahai kekasihku…
Umur kita telah beranjak jauh
Hari demi hari dia ‘tlah pergi meninggalkanmu
Dan sekarang adalah hari raya yang kedua puluh
Hari raya yang selalu kau rayakan dua kali setahun bahkan mungkin lebih

Wahai kekasihku…
Apakah kamu merasakan didalamnya dengan jiwamu
Apakah kamu juga memberikan harapan-harapan di hari raya ini
Apakah hari raya ini dapat memberikan jalan
Bagi senyuman yang menyejukkan kepada bibir yang kebingungan

Wahai kekasihku…
Ini adalah tahun pertama akan kebersamaan
Hari raya itu bagimu
Bagaimana kau menjalaninya
Apakah kamu berjalan dengan sembunyi-sembunyi
Yang berusaha menghindar dari orang
Yang berada disekitarmu

Puluhan hari seperti apa yang telah kamu lewati itu
Betulkah kamu tidur pada wajahmu
Sedangkan senyumanmu itu hanya buat menipu
Kamu memberi kesan kepada orang di sekelilingmu
Bahwa kamu benar-benar berada dalam kegembiraan itu

Dengan sikapmu seperti itu
Kamu memberi kesan bahwa kamu
Dapat hidup dalam keadaan seperti itu

Apakah ini adalah hari raya yang kamu menangkan
Kegembiraan atas sikap diam
Senyuman atas air mata
Kegairahan atas kegagalan dan
Kebahagiaan atas kekecewaan

Wahai kekasihku…
Janganlah kamu selalu menipu dirimu sendiri
Berapa banyak hal yang ‘tlah kita zhalimi
Betapa jarang sekali kita
Mau mengoreksi diri kita dari kesalahan-kesalahan

Perhatikan Aku dengan cintamu…
‘Tlah kau buat jera Aku dengan akalmu
Saat Aku bersalah dan Aku mohonkan ampun
Untukku dan untuk kita berdua

Selamat Hari Raya
Min al-‘A‘idin Wa al-Faidzin

0 Comments:

Post a Comment

<< Home